ucapan untuk undangan pernikahan

100 Ucapan untuk Undangan Pernikahan Lengkap untuk Acara Formal dan Santai

Mencari ucapan untuk undangan pernikahan yang sopan, siap pakai, dan tidak terdengar kaku sering terasa lebih sulit daripada memilih desain undangan.

Kalimatnya harus hangat, tetapi tetap jelas. Harus terasa personal, tetapi tidak berlebihan. Harus cocok untuk keluarga besar, sahabat, rekan kerja, tamu undangan resmi, sampai undangan digital yang dikirim lewat WhatsApp.

Artikel ini berisi panduan memilih kata-kata undangan pernikahan, 100 contoh ucapan undangan nikah, template yang tinggal diedit, kesalahan yang perlu dihindari, dan tips agar teks undangan pernikahan terasa lebih berkesan.

Anda bisa langsung menyalin contoh yang sesuai, lalu menyesuaikan nama mempelai, tanggal akad nikah, resepsi, tempat acara, dan gaya bahasa keluarga.

Ucapan untuk Undangan Pernikahan: Pengertian, Fungsi, dan Cara Memilih yang Tepat

Ucapan untuk undangan pernikahan adalah kalimat pembuka atau kata sambutan di undangan pernikahan yang digunakan untuk menyampaikan maksud mengundang tamu, meminta doa restu, dan menjelaskan suasana acara.

Kalimat ini biasanya muncul di undangan cetak, undangan digital, pesan WhatsApp, atau halaman pembuka website undangan.

Fungsinya sederhana, tetapi penting:

FungsiPenjelasan
MengundangMenyampaikan bahwa tamu diharapkan hadir.
MenghormatiMemberi kesan sopan kepada keluarga, rekan kerja, dan tamu undangan.
Menjelaskan suasanaMembantu tamu memahami apakah acara formal, santai, intimate, atau religius.
Meminta doa restuMenunjukkan bahwa kehadiran tamu bukan sekadar formalitas.

Menurut Kementerian Agama melalui SIMKAH, pendaftaran nikah dilakukan di KUA tempat akad nikah dilaksanakan; karena itu, dalam teks undangan, informasi akad nikah dan resepsi sebaiknya dibedakan dengan jelas bila waktunya berbeda.

Perbedaan utama antara gaya formal dan santai ada pada pilihan kata.

Gaya formal biasanya memakai sapaan seperti “Bapak/Ibu/Saudara/i”, “dengan hormat”, dan “merupakan kehormatan bagi kami”. Gaya santai lebih ringan, misalnya “kami ingin berbagi kabar bahagia” atau “datang dan rayakan hari bahagia kami”.

Kesalahan yang sebaiknya dihindari adalah membuat kalimat terlalu panjang, memakai humor yang sulit dipahami semua orang, salah menulis nama tamu, atau mencampur bahasa Indonesia dan Inggris tanpa alasan yang jelas.

Cara Memilih Ucapan untuk Undangan Pernikahan Sesuai Hubungan dan Konsep Acara

Cara paling aman memilih contoh ucapan undangan pernikahan adalah melihat dua hal: siapa penerimanya dan seperti apa konsep acaranya.

Untuk keluarga besar, orang tua, atasan, dan rekan kerja senior, gunakan kata-kata undangan pernikahan formal. Untuk sahabat, teman dekat, atau grup kecil, kata-kata undangan pernikahan santai bisa terasa lebih natural.

Menurut EYD V, Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan adalah pedoman resmi penggunaan bahasa Indonesia yang dapat digunakan instansi pemerintah, swasta, dan masyarakat; untuk undangan, ini berarti ejaan nama, gelar, tanda baca, dan sapaan perlu dicek sebelum cetak atau disebar.

Panduan cepatnya seperti ini:

Penerima / MediaGaya yang DisarankanCatatan
Keluarga besarFormal hangatSertakan orang tua atau keluarga besar bila perlu.
Teman dekatSantai sopanBoleh lebih personal, tetapi tetap jelas.
Rekan kerjaFormal ringkasHindari lelucon internal.
Atasan / relasi resmiFormal eleganGunakan sapaan lengkap dan nada hormat.
Undangan digitalRingkas, personalBisa menambahkan RSVP atau tautan lokasi.
Undangan cetakRapi, netralHindari kalimat terlalu panjang agar layout tetap lega.

Menurut undanganklatencom sebagai sudut pandang redaksi, ucapan yang baik bukan yang paling puitis, melainkan yang membuat tamu merasa dihormati dan langsung paham kapan, di mana, dan dalam suasana apa mereka diundang.


Baca Juga: Kata Kata Undangan Pernikahan untuk Teman Dekat agar Terasa Lebih Personal


100 Ucapan untuk Undangan Pernikahan

Berikut 100 contoh ucapan untuk undangan pernikahan yang bisa langsung dipakai. Setiap contoh dapat diedit sesuai nama mempelai, orang tua, tempat akad nikah, resepsi, dan media undangan.

Menurut undanganklatencom, kalimat undangan yang paling fleksibel biasanya memiliki tiga unsur: sapaan sopan, inti undangan, dan permohonan doa restu. Unsur itu membuat ucapan tetap rapi, baik untuk undangan digital maupun undangan cetak.

Ucapan formal dan sopan

  1. Dengan hormat, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk hadir dalam acara pernikahan kami dan memberikan doa restu bagi langkah baru yang akan kami mulai.
  2. Tanpa mengurangi rasa hormat, kami bermaksud mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk menghadiri akad nikah dan resepsi pernikahan kami.
  3. Merupakan kehormatan bagi kami apabila Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir serta memberikan doa restu kepada kedua mempelai.
  4. Dengan penuh rasa syukur, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk menjadi bagian dari hari bahagia pernikahan kami.
  5. Atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami bermaksud menyelenggarakan pernikahan putra-putri kami dan mengharapkan kehadiran Bapak/Ibu/Saudara/i.
  6. Kami memohon doa restu Bapak/Ibu/Saudara/i dalam acara pernikahan kami yang akan diselenggarakan dengan penuh rasa syukur.
  7. Dengan segala kerendahan hati, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk hadir dan mendoakan pernikahan kami.
  8. Kehadiran Bapak/Ibu/Saudara/i merupakan kebahagiaan dan kehormatan bagi keluarga besar kami.
  9. Kami mengharap kehadiran Bapak/Ibu/Saudara/i untuk turut menyaksikan dan mendoakan awal perjalanan rumah tangga kami.
  10. Dengan hormat, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk menghadiri resepsi pernikahan kami dan memberikan doa terbaik bagi kedua mempelai.

Ucapan formal cocok untuk undangan cetak, tamu keluarga besar, atasan, rekan kerja senior, atau relasi orang tua. Agar lebih personal, tambahkan nama kedua mempelai dan nama keluarga besar. Untuk acara yang sangat resmi, gunakan sapaan lengkap dan hindari singkatan yang terlalu kasual.

Ucapan santai dan hangat

  1. Dengan bahagia, kami ingin mengundang Anda untuk hadir dan merayakan hari pernikahan kami bersama orang-orang terdekat.
  2. Kami akan memulai babak baru dalam hidup dan akan sangat senang bila Anda bisa hadir untuk ikut merayakannya.
  3. Hari bahagia kami akan terasa lebih lengkap dengan kehadiran dan doa dari Anda.
  4. Kami ingin berbagi kabar bahagia: kami akan menikah. Datang dan doakan kami, ya.
  5. Dengan hati penuh syukur, kami mengundang Anda untuk hadir di acara pernikahan kami yang sederhana dan hangat.
  6. Kami percaya, hari baik terasa lebih indah saat dibagikan dengan orang-orang baik. Karena itu, kami mengundang Anda untuk hadir.
  7. Kami akan mengikat janji dan memulai perjalanan baru. Semoga Anda bisa hadir untuk ikut mendoakan.
  8. Ada hari yang ingin kami kenang bersama. Kami mengundang Anda untuk hadir di hari pernikahan kami.
  9. Kami ingin merayakan cinta, keluarga, dan doa baik. Kehadiran Anda akan membuat hari ini semakin berarti.
  10. Kami mengundang Anda untuk hadir, tersenyum, dan ikut menjadi bagian dari cerita bahagia kami.

Ucapan santai cocok untuk sahabat, teman dekat, komunitas kecil, atau konsep intimate wedding. Kalimatnya boleh hangat, tetapi jangan sampai menghilangkan informasi penting. Sesuaikan sapaan: “Anda” untuk tetap sopan, “kamu” untuk teman yang benar-benar dekat.

Ucapan singkat dan elegan

  1. Kami mengundang Anda untuk hadir dan memberikan doa restu dalam pernikahan kami.
  2. Kehadiran dan doa Anda akan menjadi kebahagiaan bagi kami.
  3. Dengan hormat, kami mengundang Anda untuk menghadiri hari bahagia kami.
  4. Kami memohon doa restu untuk langkah baru yang akan kami mulai bersama.
  5. Mari hadir dan doakan pernikahan kami.
  6. Kami mengundang Anda untuk menyaksikan awal perjalanan kami sebagai suami istri.
  7. Doa dan kehadiran Anda sangat berarti bagi kami.
  8. Kami menantikan kehadiran Anda di hari pernikahan kami.
  9. Dengan penuh syukur, kami mengundang Anda untuk hadir dalam acara pernikahan kami.
  10. Kehadiran Anda akan melengkapi kebahagiaan kami.

Ucapan singkat cocok untuk kartu undangan minimalis, undangan digital satu halaman, atau pesan pengantar WhatsApp. Kalimat seperti ini juga aman untuk layout yang ruang teksnya terbatas. Tambahkan detail acara di bawahnya agar undangan tetap informatif.

Ucapan untuk keluarga besar

  1. Dengan penuh hormat, kami mengundang keluarga besar untuk hadir dan memberikan doa restu pada pernikahan putra-putri kami.
  2. Kebahagiaan keluarga kami akan semakin lengkap dengan kehadiran dan doa dari keluarga besar tercinta.
  3. Kami memohon restu dan kehadiran keluarga besar dalam acara akad nikah dan resepsi pernikahan anak-anak kami.
  4. Dengan rasa syukur, kami mengundang keluarga besar untuk bersama-sama mendoakan pernikahan kedua mempelai.
  5. Hari bahagia ini bukan hanya milik kami, tetapi juga milik keluarga yang telah mendampingi perjalanan kami.
  6. Kami berharap keluarga besar dapat hadir, berkumpul, dan ikut memberikan doa terbaik untuk kedua mempelai.
  7. Dengan segala kerendahan hati, kami mengundang keluarga besar untuk menghadiri acara pernikahan kami.
  8. Restu keluarga adalah bekal berharga bagi kami. Karena itu, kami sangat mengharapkan kehadiran keluarga besar.
  9. Kami mengundang keluarga besar untuk turut menjadi saksi kebahagiaan dan awal perjalanan rumah tangga kami.
  10. Semoga kehadiran keluarga besar membawa doa, hangat, dan kebahagiaan dalam acara pernikahan kami.

Ucapan ini cocok bila undangan dikirim atas nama orang tua atau keluarga besar. Gunakan kata “putra-putri kami” bila undangan berasal dari orang tua. Bila undangan dikirim langsung oleh mempelai, ubah menjadi “pernikahan kami” agar sudut pandangnya konsisten.


Baca Juga: Contoh Love Story Undangan Digital Singkat Versi “Gue” (Simple, Tulus, Berkesan)


Ucapan untuk teman dekat

  1. Akhirnya hari yang kami tunggu semakin dekat. Kami ingin kamu hadir dan ikut merayakan pernikahan kami.
  2. Teman baik selalu punya tempat di hari penting. Datang dan doakan kami, ya.
  3. Kami akan menikah, dan rasanya belum lengkap tanpa kehadiranmu.
  4. Dari banyak cerita yang pernah kita bagi, kami ingin kamu hadir di salah satu cerita paling penting dalam hidup kami.
  5. Kami mengundangmu untuk hadir, tertawa, berfoto, dan ikut mendoakan awal perjalanan kami.
  6. Hari bahagia ini akan terasa lebih hangat kalau kamu ada di sana.
  7. Kami ingin merayakan pernikahan ini dengan orang-orang yang dekat di hati, termasuk kamu.
  8. Simpan tanggalnya, datang dengan hati gembira, dan doakan kami memulai hidup baru.
  9. Kami akan melangkah ke babak baru. Semoga kamu bisa hadir dan ikut merayakannya.
  10. Datang, peluk, doakan, dan rayakan hari bahagia kami bersama.

Ucapan untuk teman dekat boleh lebih cair dan personal. Namun, tetap hindari lelucon yang hanya dipahami kelompok kecil bila undangan dibaca banyak orang. Untuk WhatsApp pribadi, tambahkan satu kalimat personal seperti “kami tahu kamu mengikuti cerita kami dari awal”.

Ucapan untuk rekan kerja

  1. Dengan hormat, kami mengundang Bapak/Ibu/Rekan sekalian untuk hadir dalam acara pernikahan kami.
  2. Kami ingin berbagi kabar bahagia dan mengundang rekan kerja untuk memberikan doa restu pada pernikahan kami.
  3. Kehadiran dan doa dari Bapak/Ibu/Rekan kerja akan menjadi kehormatan bagi kami.
  4. Dengan penuh rasa syukur, kami mengundang Bapak/Ibu/Rekan untuk menghadiri resepsi pernikahan kami.
  5. Kami memohon doa restu dari Bapak/Ibu/Rekan sekalian untuk awal perjalanan rumah tangga kami.
  6. Tanpa mengurangi rasa hormat, kami mengundang Bapak/Ibu/Rekan kerja untuk hadir dalam hari bahagia kami.
  7. Kami akan sangat berterima kasih apabila Bapak/Ibu/Rekan berkenan hadir dan mendoakan pernikahan kami.
  8. Dengan hormat, kami menyampaikan undangan pernikahan ini kepada Bapak/Ibu/Rekan sekalian.
  9. Semoga Bapak/Ibu/Rekan dapat hadir dan ikut memberikan doa terbaik bagi kami.
  10. Kami mengundang Bapak/Ibu/Rekan untuk menghadiri acara pernikahan kami sesuai informasi yang tertera pada undangan ini.

Ucapan untuk rekan kerja sebaiknya ringkas, sopan, dan tidak terlalu personal. Gunakan sapaan “Bapak/Ibu” untuk lingkungan formal, atau “rekan-rekan” untuk grup kerja yang akrab. Bila dikirim ke atasan, tulis pesan pribadi, bukan broadcast massal.

Ucapan bernuansa Islami yang tetap universal dan sopan

  1. Bismillahirrahmanirrahim. Dengan memohon ridha Allah SWT, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk hadir dan memberikan doa restu.
  2. Atas izin Allah SWT, kami akan melangsungkan akad nikah dan resepsi pernikahan. Kehadiran serta doa Bapak/Ibu/Saudara/i sangat kami harapkan.
  3. Dengan penuh syukur kepada Allah SWT, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk menghadiri pernikahan kami.
  4. Semoga langkah kami menuju pernikahan menjadi awal keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk hadir dan mendoakan.
  5. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk menghadiri acara pernikahan kami.
  6. Dengan memohon rahmat Allah SWT, kami bermaksud menyelenggarakan pernikahan dan memohon doa restu dari Bapak/Ibu/Saudara/i.
  7. Doa dan kehadiran Bapak/Ibu/Saudara/i menjadi harapan kami dalam memulai perjalanan rumah tangga ini.
  8. Semoga Allah SWT meridhoi niat baik kami. Dengan hormat, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk hadir.
  9. Kami memohon doa agar akad nikah dan resepsi kami berjalan lancar serta membawa keberkahan.
  10. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Atas kehadiran dan doa restu Bapak/Ibu/Saudara/i, kami ucapkan terima kasih.

Menurut Peraturan Menteri Agama Nomor 30 Tahun 2024, pernikahan dalam konteks regulasi tersebut adalah perkawinan bagi mereka yang beragama Islam, sehingga nuansa Islami dalam undangan sebaiknya dipakai sesuai keyakinan mempelai dan konteks penerima undangan. Untuk tamu yang beragam, Anda bisa memakai kalimat religius yang lembut dan tetap menekankan doa restu. Hindari memasukkan terlalu banyak kutipan panjang bila ruang undangan terbatas.


Baca Juga: Mukadimah MC Pernikahan Islami yang Benar Menurut Adab dan Sunnah


Ucapan modern tetapi tidak norak

  1. Kami akan merayakan awal perjalanan baru dan mengundang Anda untuk hadir sebagai bagian dari hari tersebut.
  2. Satu langkah besar akan kami mulai. Kami berharap Anda hadir dan ikut memberi doa terbaik.
  3. Kami memilih untuk merayakan hari ini dengan sederhana, hangat, dan penuh orang-orang baik. Anda salah satunya.
  4. Save the date untuk hari bahagia kami. Kehadiran Anda akan membuat perayaan ini semakin lengkap.
  5. Kami mengundang Anda untuk hadir dalam perayaan cinta, keluarga, dan doa baik.
  6. Sebuah cerita baru akan dimulai. Kami berharap Anda hadir untuk menjadi bagian dari halamannya.
  7. Dengan bahagia, kami mengundang Anda untuk hadir di pernikahan kami dan merayakan momen ini bersama.
  8. Kami menyiapkan hari kecil yang berarti besar. Semoga Anda bisa hadir dan mendoakan kami.
  9. Mari rayakan awal perjalanan kami dengan doa, senyum, dan kebersamaan.
  10. Kami akan menikah dan ingin berbagi kebahagiaan ini dengan Anda.

Ucapan modern cocok untuk undangan digital, konsep minimalis, garden party, atau intimate wedding. Agar tidak terasa norak, gunakan satu atau dua istilah modern saja, misalnya “save the date”, lalu tetap jelaskan detail acara dalam bahasa Indonesia yang rapi. Hindari terlalu banyak emoji pada undangan utama.

Ucapan romantis namun tidak berlebihan

  1. Kami dipertemukan dalam cerita yang sederhana, lalu memilih untuk melangkah bersama dalam pernikahan.
  2. Dengan cinta dan rasa syukur, kami mengundang Anda untuk hadir dalam hari pernikahan kami.
  3. Perjalanan kami sampai di satu janji. Semoga Anda hadir dan mendoakan langkah baru ini.
  4. Kami percaya cinta tumbuh paling baik bersama doa. Karena itu, kami mengundang Anda untuk hadir.
  5. Di hari kami mengikat janji, kehadiran Anda akan menjadi bagian indah dari kenangan kami.
  6. Kami akan memulai rumah yang dibangun dari kasih, doa, dan komitmen. Mohon restu dari Anda.
  7. Cinta mempertemukan kami, doa keluarga menguatkan kami, dan kehadiran Anda akan melengkapi hari ini.
  8. Kami ingin merayakan janji sederhana untuk saling menjaga. Semoga Anda dapat hadir.
  9. Dalam syukur dan bahagia, kami mengundang Anda untuk menyaksikan awal perjalanan kami.
  10. Hari pernikahan kami adalah awal cerita panjang. Terima kasih bila Anda berkenan hadir dan mendoakan.

Ucapan romantis cocok untuk mempelai yang ingin undangannya terasa lembut tanpa terlalu puitis. Kuncinya adalah menjaga kalimat tetap jelas dan tidak terlalu abstrak. Bila menggunakan gaya romantis, pastikan detail akad nikah, resepsi, lokasi, dan waktu tetap mudah ditemukan.

Ucapan siap pakai untuk undangan digital dan cetak

  1. Halo, kami mengundang Anda untuk hadir dalam acara pernikahan kami. Detail acara dapat dilihat pada undangan ini.
  2. Dengan hormat, berikut kami sampaikan undangan pernikahan kami. Kehadiran dan doa restu Anda sangat berarti bagi kami.
  3. Kami mengundang Anda untuk hadir di akad nikah dan resepsi kami. Mohon konfirmasi kehadiran melalui RSVP yang tersedia.
  4. Bersama undangan ini, kami berharap Anda dapat hadir dan turut mendoakan pernikahan kami.
  5. Kami akan sangat berbahagia apabila Anda berkenan hadir sesuai waktu dan tempat yang tertera.
  6. Undangan ini kami sampaikan dengan penuh hormat. Semoga Anda dapat hadir dan memberikan doa terbaik.
  7. Dengan bahagia, kami membagikan undangan pernikahan ini kepada Anda. Sampai bertemu di hari baik kami.
  8. Untuk Bapak/Ibu/Saudara/i, kami mengundang dengan hormat untuk menghadiri pernikahan kami.
  9. Untuk teman dan sahabat, kami berharap kamu bisa hadir dan ikut merayakan hari bahagia kami.
  10. Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan kami. Kehadiran dan doa Anda akan selalu kami syukuri.

Ucapan digital sebaiknya ringkas karena sering dibaca di layar ponsel. Undangan cetak bisa sedikit lebih formal karena menjadi dokumen kenangan keluarga. Menurut undanganklatencom, versi terbaik adalah membuat satu teks utama yang netral, lalu menyiapkan variasi pengantar untuk keluarga, sahabat, dan rekan kerja.


Baca Juga: Pranatacara Bahasa Jawa Pernikahan untuk Pemula: Contoh Kalimat Pembuka–Penutup yang Sopan


10 Template Ucapan untuk Undangan Pernikahan yang Tinggal Edit

Berikut contoh teks undangan nikah dalam format fill-in-the-blank. Ganti bagian dalam tanda kurung sesuai kebutuhan.

  1. Dengan hormat, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk hadir dalam pernikahan kami, [Nama Mempelai 1] dan [Nama Mempelai 2], pada [hari, tanggal] di [tempat acara].
  2. Tanpa mengurangi rasa hormat, kami memohon kehadiran dan doa restu Bapak/Ibu/Saudara/i dalam acara akad nikah dan resepsi [Nama Mempelai], yang akan diselenggarakan pada [tanggal].
  3. Dengan penuh rasa syukur, keluarga besar [Nama Keluarga] mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk hadir dalam pernikahan putra-putri kami, [nama] dan [nama].
  4. Kami akan memulai perjalanan baru sebagai suami istri. Dengan bahagia, kami mengundang Anda untuk hadir pada [hari/tanggal], pukul [waktu], di [lokasi].
  5. Halo [nama tamu], kami ingin berbagi kabar bahagia. Kami akan menikah pada [tanggal] dan berharap kamu bisa hadir untuk ikut merayakan.
  6. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Dengan memohon ridha Allah SWT, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk menghadiri pernikahan [nama mempelai].
  7. Dengan hormat, kami mengundang Bapak/Ibu/Rekan sekalian untuk hadir dalam resepsi pernikahan kami pada [tanggal] di [tempat].
  8. Kami mengundang Anda untuk hadir dalam acara pernikahan kami. Detail waktu, tempat, dan RSVP dapat dilihat melalui tautan berikut: [link undangan digital].
  9. Kehadiran dan doa restu Anda akan menjadi kebahagiaan bagi kami. Sampai bertemu di [nama tempat], [hari/tanggal].
  10. Dengan bahagia, kami mengundang [sapaan tamu] untuk hadir dan mendoakan pernikahan kami. Mohon konfirmasi kehadiran melalui [nomor/fitur RSVP].

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menulis Ucapan untuk Undangan Pernikahan

Kesalahan kecil pada kalimat undangan bisa membuat kesan pertama terasa kurang rapi. Beberapa hal ini perlu dicek sebelum undangan dicetak atau dikirim.

1. Terlalu panjang
Kalimat yang terlalu panjang membuat tamu sulit menangkap inti undangan. Pisahkan pembuka, detail acara, dan penutup.

2. Terlalu kaku
Formal tidak harus dingin. Tambahkan kata seperti “dengan penuh rasa syukur” atau “kehadiran Anda menjadi kebahagiaan bagi kami”.

3. Terlalu santai
Untuk atasan, keluarga besar, atau relasi orang tua, hindari gaya seperti chat teman dekat.

4. Typo nama, gelar, tanggal, atau lokasi
Ini kesalahan paling sensitif. Nama tamu, nama mempelai, nama orang tua, tanggal akad nikah, waktu resepsi, dan alamat harus dicek berulang.

5. Campuran bahasa yang aneh
Menggunakan “save the date” masih wajar. Namun, terlalu banyak campuran bahasa bisa membuat teks terasa tidak rapi.

6. Terlalu puitis sampai tidak jelas
Kalimat romantis boleh, tetapi jangan sampai tamu tidak tahu apakah undangan itu untuk akad, resepsi, atau sekadar pengumuman.

7. Tidak sesuai tone acara
Pernikahan formal di gedung besar sebaiknya tidak memakai teks terlalu bercanda. Sebaliknya, intimate wedding bisa memakai ucapan yang lebih ringan.

Menurut Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, EYD adalah pedoman resmi ejaan bahasa Indonesia; gunakan pedoman ini sebagai rujukan saat mengecek tanda baca, huruf kapital, dan penulisan kata dalam undangan.

Tips Membuat Ucapan untuk Undangan Pernikahan agar Lebih Berkesan

Ucapan yang berkesan tidak harus panjang. Yang penting, kalimatnya terasa tulus, jelas, dan sesuai dengan penerima.

Coba gunakan langkah berikut:

  1. Tentukan siapa penerimanya.
    Untuk keluarga dan rekan kerja, gunakan “Bapak/Ibu/Saudara/i”. Untuk teman dekat, boleh memakai “kamu”.
  2. Pilih sudut pandang yang konsisten.
    Jika undangan dari orang tua, gunakan “putra-putri kami”. Jika dari mempelai, gunakan “pernikahan kami”.
  3. Pastikan detail acara mudah ditemukan.
    Tulis akad nikah, resepsi, tanggal, waktu, lokasi, link Maps, dan RSVP di bagian yang rapi.
  4. Gunakan satu gaya bahasa.
    Jangan mencampur formal, humor, bahasa Inggris, dan kata religius dalam satu paragraf yang terlalu padat.
  5. Buat versi berbeda untuk penerima berbeda.
    Satu teks utama bisa dipakai untuk undangan cetak. Untuk pengantar WhatsApp, buat versi keluarga, rekan kerja, dan teman dekat.
  6. Baca keras-keras sebelum dipakai.
    Jika terdengar terlalu berat atau tidak natural, sederhanakan.
  7. Minta satu orang lain mengecek.
    Mata kedua sering menemukan typo yang terlewat, terutama pada nama, gelar, tanggal, dan lokasi.

Baca Juga: Susunan Acara Akad Nikah Islami yang Khidmat & Singkat: Rundown 30–45 Menit (Anti Molor)


FAQ

1. Apa ucapan terbaik untuk undangan pernikahan?

Ucapan terbaik untuk undangan pernikahan adalah kalimat yang sopan, jelas, dan sesuai dengan penerima undangan. Contoh paling aman adalah: “Dengan hormat, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk hadir dan memberikan doa restu dalam acara pernikahan kami.”

2. Bagaimana cara memilih ucapan undangan pernikahan yang tepat?

Pilih ucapan berdasarkan penerima dan konsep acara. Untuk keluarga besar, atasan, atau rekan kerja senior, gunakan bahasa formal. Untuk sahabat atau teman dekat, gunakan bahasa yang lebih santai tetapi tetap sopan dan informatif.

3. Apakah ucapan undangan pernikahan digital harus berbeda dari undangan cetak?

Tidak harus berbeda, tetapi undangan digital sebaiknya lebih ringkas karena biasanya dibaca lewat ponsel. Anda bisa memakai teks utama yang sama, lalu menambahkan pengantar singkat untuk WhatsApp, link undangan digital, RSVP, atau tautan lokasi.

4. Apa saja kesalahan yang harus dihindari saat menulis ucapan undangan pernikahan?

Kesalahan yang perlu dihindari antara lain kalimat terlalu panjang, terlalu kaku, terlalu santai untuk tamu resmi, salah menulis nama atau gelar, typo tanggal dan lokasi, serta mencampur terlalu banyak gaya bahasa dalam satu undangan.

5. Bolehkah ucapan undangan pernikahan dibuat santai?

Boleh, terutama untuk teman dekat, sahabat, atau konsep intimate wedding. Namun, ucapan tetap harus jelas, sopan, dan mencantumkan informasi penting seperti nama mempelai, tanggal, waktu, lokasi, serta permohonan doa restu.

Add a review

Your email address will not be published. Required fields are marked *